5 Fakta Menarik dari Pembangunan Laboratorium Teknik Terpadu UMY

Febri

prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Laboratorium Teknik Terpadu ‘Yana Aditya’ Building pada Jumat (30/01) di Kompleks Gedung Teknik UMY. (Dok. UMY)

Berjogja.com – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi memulai pembangunan Laboratorium Teknik Terpadu Yana Aditya Building.

Proyek ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang digelar pada Jumat (30/01/2026) di Kompleks Gedung Teknik UMY.

Dilansir dari laman resmi UMY, berikut lima fakta menarik di balik pembangunan gedung tersebut:

1. Hasil Sinergi Kampus dan Alumni

Pembangunan Yana Aditya Building menjadi bukti nyata kolaborasi antara UMY dan para alumninya.

Gedung ini lahir dari komitmen alumni untuk ikut memperkuat kualitas pendidikan, khususnya dalam pengembangan kompetensi mahasiswa melalui fasilitas praktik laboratorium yang memadai.

2. Tindak Lanjut Munas Keluarga Alumni UMY

Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menyebut pembangunan gedung ini merupakan realisasi dari kesepakatan dalam Musyawarah Nasional Keluarga Alumni UMY (KAUMY) yang digelar sebulan sebelumnya.

Dalam forum tersebut, alumni sepakat memberikan kontribusi nyata bagi almamater, baik berupa pembangunan fasilitas maupun beasiswa.

3. Fokus pada Penguatan Hard Skill Mahasiswa

Laboratorium Teknik Terpadu ini diproyeksikan sebagai pusat peningkatan kompetensi mahasiswa, terutama di Fakultas Teknik.

Menurut Nurmandi, pembelajaran di bidang teknik tidak cukup hanya mengandalkan teori di kelas.

“Laboratorium ini diproyeksikan sebagai pusat peningkatan kompetensi mahasiswa Fakultas Teknik. Mahasiswa teknik, pertanian, dan kedokteran tidak bisa hanya belajar di kelas, tetapi harus banyak melakukan praktik di laboratorium. Tanpa fasilitas yang memadai, capaian kompetensi tidak akan optimal,” jelas Nurmandi.

4. Gedung Empat Lantai dengan Nilai Fantastis

Yana Aditya Building ditargetkan selesai pada tahun 2027. Gedung ini dirancang memiliki empat lantai dengan estimasi anggaran pembangunan sekitar Rp10–15 miliar.

Nantinya, bangunan tersebut akan difungsikan sebagai laboratorium terpadu Fakultas Teknik untuk mendukung pembelajaran berbasis riset dan inovasi.

5. Diniatkan sebagai Amal Jariyah Berkelanjutan

Nurmandi menegaskan bahwa kontribusi di bidang pendidikan memiliki nilai amal jariyah jangka panjang.

“Selama gedung dan peralatan ini digunakan untuk pembelajaran, maka hal tersebut akan menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujarnya.

Sementara itu, donatur sekaligus alumnus UMY, Mochammad Yana Aditya, menilai gedung ini bukan sekadar bangunan fisik.

“Intinya, saya ingin gedung ini tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai simbol semangat alumni dalam berkontribusi untuk UMY. Ini menjadi bukti bahwa alumni turut berperan dalam membangun masa depan adik-adik mahasiswa melalui fasilitas ini,” pungkasnya.

Related Post