Berjogja.com – Di SMAN 4 Yogyakarta, ada pemandangan yang tidak biasa, yakni karena adanya asisten guru yang datang langsung dari Jepang. Dia bernama Oishi Akari.
Akari mengaku bahwa kedatangannya ke SMAN 4 Yogyakarta merupakan hasil kerja sama dengan Japan Fondation, lembaga di Jepang yang biasa melaksanakan program pertukaran budaya internasional yang komprehensif di seluruh dunia.
Selama di SMAN 4 Yogyakarta, Akari menjadi asisten dari Pipit Febriani Puspitasari, guru bahasa Jepang di sekolah berjuluk Patbhe itu. Sehinggaa turut terlibat dalam kegiatan proses pembelajaran.
“Saya Oishi Akari, biasa dipanggil Akari. Saya di sini mengikuti program Japan Fondation, sebagai native speaker. Nanti kegiatannya sebagai asisten bersama Bu Pipit selama tiga bulan atau Maret,” kata Akari yang diterjemahkan oleh Pipit.
Selain itu, dirinya juga turut merasakan acara anniversary sekolah yang jatuh pada 16 Januari 2025 lalu. Akari merasa ini cukup spesial karena di Jepang tidak ada perayaan ketika sebuah sekolah bertambah usia.
“Tidak ada perayaan. Di Jepang, kalau ulang tahun tidak ada perayaan. Kalau di Jepang, saat sekolah SMA, kalau ulang tahun sekolah libur satu hari,” imbuh Akari.
Pertama kali masuk ke SMAN 4 Yogyakarta pada November 2025, Akari sedikit banyak turut meng-explore Yogyakarta.
Beberapa tempat wisata telah disambangi, seperti Malioboro, Taman Sari, hingga Candi Borobudur yang ada di Magelang. Begitu juga makanan, dirinya menggemari Soto.
“Di Jogja sudah ke Malioboro, Taman Sari, Borobudur. Saya paling suka Soto,” imbuhnya.
Selama dua bulan ke depan, Akari akan terus mendampingi kegiatan pembelajaran bahasa Jepang di SMAN 4 Yogyakarta sebelum kembali ke negaranya, membawa pengalaman dan cerita baru dari Kota Gudeg.


