Berjogja.com – Nama Sri Sultan Hamengkubuwono X tentu sudah akrab di telinga masyarakat, terutama di Yogyakarta.
Selain dikenal sebagai Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Gubernur DIY, ia juga merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada.
Di balik jabatan kebangsawanan dan pengaruh politik yang dimiliki, Sri Sultan HB X ternyata menempuh pendidikan formal.
Tak tanggung-tanggung, universitas yang dipilih pun adalah salah satu yang terbaik di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada.
Pendidikan Sri Sultan Hamengkubuwono X
Sri Sultan Hamengkubuwono X lahir di Yogyakarta pada 2 April 1946 dengan nama kecil Bandoro Raden Mas Herdjuno Darpito.
Sejak 7 Maret 1989, beliau diangkat menjadi Raja Kesultanan Yogyakarta menggantikan ayahnya, Sri Sultan HB IX.
Sebelum menjadi raja, Sri Sultan HB X dikenal dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi.
Setelah diangkat sebagai putra mahkota, ia mendapat gelar KGPAA Hamengku Negara Sudibyo Raja Putra Nalendra Mataram.
Puncaknya, ia resmi dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono X setelah wafatnya sang ayah di Amerika pada Oktober 1988. Penobatan ini dilakukan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Melansir dari website resmi Law Career Development Center (LCDC) Fakultas Hukum UGM, ternyata Sri Sultan HB X juga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia lulus dari Fakultas Hukum UGM pada tahun 1982.
Sebelum menjadi mahasiswa UGM, beliau mengenyam pendidikan di SMA Negeri 6 Yogyakarta.
Setelah lulus, dedikasinya terhadap almamater dibuktikan dengan menjabat sebagai Ketua Umum KAGAMA, organisasi alumni UGM.
Tak hanya dikenal sebagai raja dan gubernur, beliau juga aktif dalam berbagai organisasi.
Beberapa jabatan yang pernah dipegangnya antara lain Ketua Kadin DIY, Ketua KONI DIY, hingga Presiden Komisaris Pabrik Gula Madukismo.
Itulah ulasan mengenai pendidikan Sri Sultan HB X. Semoga bermanfaat!







