Berjogja.com – Farras Ulinnuha mencuri perhatian pada wisuda Program Sarjana UGM, Kamis (27/11/2025).
Mahasiswi asal Lampung dari Program Studi Kedokteran IUP ini dinyatakan lulus pada usia 19 tahun 8 bulan 17 hari, jauh lebih muda dari rata-rata lulusan sarjana UGM yang berusia 22 tahun 6 bulan 15 hari.
Sejak kecil, Farras memang menempuh pendidikan dengan tempo cepat. Ia pernah mengikuti ujian nasional masuk SMP saat masih kelas 5 SD.
“Di SD saya lulus 5 tahun, berlanjut ke SMP 3 tahun, dan kemudian saat SMA saya hanya menyelesaikan 2 tahun. Jadi Orang tua sangat bangga saya jadi wisudawan termuda,” ujar Farras di laman resmi UGM.
Masuk Fakultas Kedokteran UGM pada usia 16 tahun membuatnya harus beradaptasi lebih keras, terutama dengan ritme belajar dan teman-teman yang lebih dewasa.
“Di awal kuliah, penyesuaian berjalan tidak selalu mulus, tetapi perlahan saya menemukan ritme yang tepat,” kenangnya.
Minatnya pada kedokteran tumbuh dari kebiasaan menemani ibunya bekerja di rumah sakit dan membantu di klinik keluarga.
“Jadi dari dulu saya sudah familiar dengan dunia kedokteran. Saat tahu UGM, saya pikir saya bisa belajar disana dan ingin jadi dokter agar tingkat layanan kesehatan di Indonesia bisa lebih merata,” katanya.
Selama kuliah, ia aktif di AMSA dan CIMSA. Salah satu momen yang paling ia ingat adalah kesempatan masuk ruang operasi saat tahap preklinik.
“Itu momen paling berharga. Saya kagum sekali, baru awal-awal kuliah, terus bisa lihat langsung bagaimana ruang Operasi Kecil bekerja,” tuturnya.
Farras berharap pencapaiannya bisa memotivasi mahasiswa lain.
“Semangat. Dulu aku juga sempat desperate, tapi sekarang Alhamdulillah bisa lulus. Intinya semua orang punya timeline-nya masing-masing, jadi tetap semangat dan lakukan yang terbaik,” pungkasnya.


