Berjogja.com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Desakan tersebut disampaikan saat Sultan menyambut kedatangan dua jenazah prajurit TNI yang tiba di Base Ops Lanud Adisutjipto pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Kedua prajurit tersebut gugur saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Sultan menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut, sekaligus menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi personel yang bertugas di bawah mandat internasional.
“Saya mengucapkan belasungkawa mendalam. Harapan saya, peristiwa ini tidak terulang kembali,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa insiden yang menewaskan prajurit TNI harus diusut secara transparan untuk mengetahui penyebab pastinya, apakah murni kecelakaan atau terdapat unsur lain.
“Itu yang harus diidentifikasi dengan jelas, apakah kealpaan atau ada unsur lain. Kita berharap bisa diusut tuntas,” tegasnya.
Menurut Sultan, perlindungan terhadap pasukan perdamaian harus menjadi perhatian utama PBB, mengingat mereka menjalankan tugas dalam situasi konflik yang berisiko tinggi.
Ia berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.







