Berniat Bantu Teman, Pekerja di Jogja Ini Kena Scam dan Tertipu Rp45 Juta

Febri

Seorang wanita yang bekerja di Yogyakarta, Nur Dina Camelia, curhat kena tipu Rp45 juta. (TikTok/dinacamellia)

Berjogja.com – Seorang wanita yang bekerja di Yogyakarta, Nur Dina Camelia, curhat melalui media sosial pribadinya bahwa terkena tipu akibat scam pelaku yang mengaku sebagai temannya yang bekerja di Jepang.

Alumni Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta itu tertipu hingga Rp45 juta dalam semalam. Setelah dirinya selidiki, rupanya penipu itu bukan temannya, tetapi penipu yang mengaku-ngaku.

“Ceritanya, saya sudah lost contact dengan orang ini. Dia dulu teman PKL waktu SMA. Saya tahu orang ini kerja di Jepang,” kata Dina.

“Dia tiba-tiba nge-chat nanya kabar, basa-basi, dengan alasan mau pulang ke Indonesia, tapi ingin memberikan surprise.”

“Jadi, saya diminta pihak ini menjadi penjamin orang itu. Setelah aku dihubungin dia, dia memberikan nomor agen dan bodohnya saya langsung percaya.”

“Posisinya itu harus bayar medical check up dan lain-lain, banyak banget nominalnya. Awalnya transfer Rp5 juta, Rp12 juta, terus nambah-nambah. Aku langsung transfer saja, terjadi dalam satu malam.”

“Ternyata, ini itu bukan dari agensi, benar-benar ditipu. Ketika aku coba konfirmasi ke rekan, akhir-akhir ini banyak yang mengaku beliau. Dan aku salah satu korban yang kena tipu Rp45 juta.”

Ia pun berharap kisahnya ini bisa menjadi pelajaran dan tidak menimpa terhadap orang lain.

“Aku baru saja kena musibah, kena tipu Rp45 juta. Aku buat video ini juga untuk nge-rimend ke kalian semua jangan asal semena-mena meski sudah kenal dengan orang itu,” ujar Dina.

Fuadi Afif selaku dosen Nur Dina Camelia saat menimba ilmu di Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta turut prihatin. Ia berharap kondisi mental mahasiswanya itu membaik dan mendapat keadilan.

“Saya mengenal korban sejak dia masih menjadi mahasiswa di kampus saya. Dia termasuk mahasiswa yang aktif, sering membantu dosen dalam berbagai proyek di luar kampus. Orangnya baik, cekatan, dan enerjik,” ujar Fuadi.

“Sayangnya, kebaikannya dimanfaatkan oleh penipu yang mengaku sebagai kenalannya, seorang TKI di Jepang yang katanya sedang membutuhkan uang untuk pulang ke Indonesia. Penipu itu berdalih sedang mengalami masalah mendesak sehingga perlu pinjaman uang segera.”

“Seperti terkena “gendam virtual”, korban terus saja mentransfer uang jutaan rupiah, bahkan sampai harus menitip transfer lewat temannya karena limit transfer rekeningnya sudah habis.”

“Sekarang, saya hanya berharap kondisi mental dan pikirannya tetap baik, meskipun pelan-pelan harus belajar menerima kenyataan ini. Kalau melihat kasus serupa sebelumnya, kecil sekali harapan uangnya akan kembali,” tuturnya menutup.

Related Post