Berjogja.com – Ketika kita berbicara tentang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), gambaran pusat perbelanjaan modern seperti mall mungkin langsung terlintas di benak sebagian besar orang, terutama yang berada di Kota Yogyakarta. Namun, lain halnya dengan Kabupaten Bantul.
Hingga saat ini, daerah yang dikenal dengan semboyan Projotamansari ini belum memiliki satu pun mall besar. Lantas, apa sebenarnya alasan kenapa tidak ada mall di Bantul?
Menurut pandangan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY, salah satu alasan mengapa pembangunan mall di Bantul belum menjadi prioritas adalah karakteristik mobilitas penduduknya.
Banyak warga Bantul memiliki aktivitas harian yang sering kali berada di luar wilayah kabupaten. Mereka bekerja atau bahkan menempuh pendidikan di luar Bantul, terutama di Kota Yogyakarta dan Sleman.
Membangun sebuah mall menuntut adanya target pasar yang jelas, yaitu populasi padat di sekitar lokasi.
Pengembang pusat perbelanjaan umumnya pun menghitung kepadatan penduduk dalam radius beberapa kilometer dari area yang direncanakan.
Dengan tingginya mobilitas warga Bantul keluar daerah, potensi pasar di dalam Bantul dinilai belum cukup padat.
Oleh sebab itu, perlu waktu lebih lama bagi area tersebut untuk berkembang secara signifikan guna mendukung operasional mall besar.
Meskipun demikian, ada pandangan optimis mengenai potensi Bantul di masa depan. Hingga saat ini, tercatat adanya perkembangan pembangunan perumahan yang mulai merambah ke selatan DIY, termasuk Bantul.
Selain itu, keberadaan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di wilayah Bantul diyakini akan meningkatkan lalu lintas wisatawan.
Namun, wisatawan hanya akan singgah dan tidak sekadar melintas jika pemerintah setempat mampu menangkap peluang tersebut. Ini membutuhkan penataan yang baik dan pengembangan sektor pariwisata atau kuliner yang lebih solid.
Lebih lanjut, dari sudut pandang pelaku pariwisata, pihak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul memiliki pandangan yang sedikit berbeda.
Disebutkan bila kehadiran fasilitas seperti mall bisa mendorong peningkatan lama tinggal wisatawan di Bantul.
Saat ini, rata-rata lama tinggal wisatawan di Bantul masih terbilang singkat. Dengan adanya pusat perbelanjaan modern, wisatawan mungkin akan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas dan daya tarik, yang berpotensi membuat mereka tinggal lebih lama.


